Senin, 22 Juni 2015

Penyebab Kenapa Kamu Merasa Salah Pilih Pasangan


Salah milih pacar ataupun pasangan merupakan penyebab terbesar dalam hubungan yang nggak bahagia. Hal ini juga yang menyebabkan tercutusnya status-status di sosmed seperti:

“Pacaran rasa Jomblo”

“Udah biasa dicuekin”

“Udah biasa cebok sendiri”

Jika elo sudah buat status seperti diatas, pasti elo nggak bahagia dengan hubungan yang telah kalian jalankan. Dan tentu saja, pernah terpikir dipikiran elo, kalau sepertinya elo salah pilih pacar. Iya kan? Udah akuin aja.



Karena itulah dipostingan ini, gue akan mengupas penyebab-penyebab kenapa sih, kok kita bisa salah pilih pacar. Oke, langsung aja. Ini dia. Jreng-jreng-jreng~

1.      Memiliki selera/tipe yang sama seperti mantan

Pernah denger kalimat seperti ini:

“Semua cowok itu sama aja”

“Cowok itu slalu nyakitin cewek”

“Semua cowok itu tititnya nggak bisa dijaga”

Gue sangat nggak setuju dengan kalimat-kalimat diatas. Gue kasih tau sama elo, cowok itu banyak macemnya. Banyak dari mereka yang baik, dan tentu saja tak sedikit dari mereka yang bajingan. Nah, jika elo ngrasa semua cowok itu sama aja, itu artinya emang elo memiliki selera yang gitu-gitu juga.Yups, semua hal itu menandakan bahwa secara nggak sadar elo masih belum move on dengan pacar elo sebelumnya.

Logikanya, jika mantan elo membuat elo sakit hati, tentu saja, orang yang setipe dengan dia, kemungkinan besar akan melakukan hal yang sama terhadap elo. Biasanya dalam kasus seperti ini, kita akan menolak seseorang-yang-lebih-baik yang ingin masuk dalam hati kita. So, jika elo ngrasa selalu tersakiti oleh berkali-kali oleh pria//wanita yang berbeda itu artinya elo harus ngrubah selera elo.

2.      Memaksakan diri berpacaran dengan pria berkriteria tertentu.

Oke, nggak masalah sih, kita punya kriteria tertentu untuk pendamping hidup kita kelak, tapi jika dipaksakan, hasilnya pasti akan menyakitkan. Orang “ehem-ehem” aja yang enak gitu, kalau dipaksain jadinya sakit kok. Apalagi sebuah hubungan, yang notabenya kental akan perselisihan dan pertengkaran.

Pemaksaan kriteria ini biasanya berhubungan dengan “status sosial”. Banyak banget mereka yang memasang kriteria pasangannya harus pemain basket lah, harus tentara lah, harus polisi lah, harus pengangguran lah dan sebagainya.

Nah, apakah memasang kriteria semacam itu salah?

Jujur, kalau dari sudut pandang gue, gue nggak tau hal ini bener atau salah. Kita nggak bisa menjamin sesuatu hal itu benar atau salah, sebelum kita melakukannya. Tapi yang jelas, jika terlalu dipaksakan, sudah pasti itu salah.

3.      Kurangnya pengenalan saat pendekatan.

Apa elo pernah ngrasa kalau elo baru sadar ternyata pacar elo nggak memiliki minat yang sama dengan elo? Atau mungkin elo baru sadar kalau ternyata pacar elo kalau pup nggak pernah disiram?

Yups, itu artinya elo belum benar-benar mengenal doi sebelumnya. Jika saat pendekatan kita nggak saling mengenal satu sama lain, kita akan ngrasa kalau dia benar-benar orang yang berbeda. Kurangnya saling mengenal satu sama lain sebelum melangkah ke jenjang bahtera berasmara juga akan membuat kita berfikir kalau kita salah pilih pasangan.

Oleh karena itu, kenali dulu calon pasanganmu, sebelum kamu menyatakan “I love you”. Jangan asal tembak-tembak aja, apalagi baru kenal di social media.
  
4.      Menjalin hubungan yang sudah pasti nggak ada harapan.

Hal ini biasanya terjadi pada orang yang sudah berpacaran lama, dan mulai memikirkan masa depan hubungannya.

Nggak ada harapan yang dimaksud disini adalah nggak mungkin mereka masuk ke jenjang berikutnya. Bisa jadi karena perbedaan kepercayaan, nggak ada restu orang tua, atau bisa juga karena jarak yang akan memisahkan hubungan mereka dan sulit untuk menyatu kembali.

Dalam kondisi seperti ini pasti akan sempat terlintas dipikiran mereka:

“Bener nggak sih, aku terus pertahanin hubungan ini?

“Salah nggak sih, aku terus pacaran sama dia?”

“Apakah hubungan ini akan sia-sia?”

Nah, jika elo tanya ke gue tentang hal itu, jujur gue nggak tau. Gue aja sekarang ngindarin hubungan yang kayak gini. Tapi jika elo sudah ada dalam posisi seperti ini, kuncinya hanya satu, serahkan semuanya pada Tuhan. Kita nggak bisa memaksakan jodoh yang telah dipersiapkan Tuhan untuk kita.

5.      Menjalin hubungan dengan orang yang belum move on

Kalau yang sebelumnya terjadi pada pasangan yang berfikir untuk hubungan serius, yang ini malah kebalikannya. Penyebab yang satu ini biasanya terjadi pada remaja.

Memacari orang yang belum move on, secara nggak langsung doi akan membuat kita semirip mungkin dengan mantannya. Kalau nggak gitu, doi hanya memacari kita untuk “memanas-manasi” mantannya, yang biasanya sang mantan juga udah punya gandengan.

Nah, jika seperti ini elo harus nyadarin dia agar dia bisa move on. Jika hal itu nggak berhasil, mau nggak mau elo harus ngrelain dia. Karena sudah dapat dipastikan kalau elo emang memilih pasangan yang salah.

***
Oke, itulah alasan-alasan kenapa kita merasa salah memilih pasangan. Jika hal itu terjadi hanya ada 2 pilihan. Elo harus berani meninggalkannya, atau memperbaiki kesalahan itu. Ingat, jangan mencintai dia apa adanya, jika emang itu nggak membuatmu bahagia. Cinta itu nggak sekedar menerima dia apa adanya, tapi harus mau untuk tumbuh bersama.

Bagaimana? Apa kalian punya pengalaman pernah merasa salah pilih pasangan? Atau malah mungkin pasangan yang sekarang ini juga sepertinya salah pilih? Share di coment box ya. ^_^

2 komentar:

  1. cewek biasanya gitu. ada yang benar2 sayang malah dicuekin malah milih yang badboy. giliran diselingkuhin bilangnya semua cowok itu sama.

    BalasHapus
  2. Kayak yang diucapkan bang radit semua cowok itu sama aja. cowok itu hanya ada 2 tipe. kalau nggak bajingan ya homo. kwkwkwkwkwkw

    BalasHapus